Senin, 16 Januari 2017

Pertama kali

Pertama kali

Pertama kali melihatnya 
Hati tak menghiraukannya
seiring waktu berjalan
Hati mulai terbujuk untuk melihatnya lagi

Untuk pertama kalinya 
Hatiku beregup kencang setelah hari itu

Perlahan-lahan aku mencoba mengenalnya
Perlahan-lahan aku mencoba dekat dengannya
Perlahan_lahan aku mencoba memahami dirinya

Hal yang unik
Hal yang menarik untuk diketahui
Dia perlahan-lahan mulai menembus dinding hati ini
Mencoba menggetarkan hati ini 
Dan mencoba mencari kunci hati yang terkunci dengan erat ini

Lakukanlah...
Jika kau mampu
Berusahalah sampai kau lelah
Dan sampai saatnya kau masuk dan beristirahatlah di hati ini untuk waktu yang panjang

Rindu dia

Rindu dia

Aku rindu dia
Mengingatnya malah menjadi rasa bersalah
Ingin melihatnya
Ingin memeluknya
Ingin menciumnya
Namun, hanya berkhayal
Ingin sekali bertemu
Tapi tak tahu dimana dirinya
Rindu yang selalu untuknya
Rindu yang tak terbalas
Cinta yang selalu terpendam untuknya
Cinta yang dia tak pernah tau dari siapa

rasa yang tak dapat diungkapkan

Rasa yang tak dapat diungkapkan

Apa yang dirasakan tak dapat diucapkan
Apa yang diinginkan tak dapat didengar
Ingin mengatakannya tapi siapa yang sanggup mendengar
Ingin memberi tahunya
Tapi siapa yang sanggup mengabulkannya
Ingin mengatakannya namun terbungkam

Tak sanggup untuk melakukannya
Tertekan dengan semua
Tertekan karna sebuah alasan
Tersiksa karena memikirkannya

Apa yang dirasakan tak dapat diucapkan
Jika ku katakan
Apakah sanggup untuk mendengarkannya?

Sulit Membencimu dirimu

Sulit membenci dirimu

Menanam kebencian itu mudah 
Tapi mungkinkah dapat dilakukan pada orang seperti dirimu

kau menuliskan begitu bayak kisah
Kau membuat otak ini bekerja sangat-sangat keras untuk melupakanmu

Saat aku ingin benar-benar meninggalkan semuanya
Saat itu pula rindu ini datang dan semakin menggebu
Saat aku mulai menanamkan kebencian ini padamu
Tangis ini melah menghapus semuanya

Aku mencoba membencimu
Tapi..
mengapa membuat hati ini semakin rindu

Semuanya tak ku mengerti
Ingin menjauhimu
Ingin melupakanmu
Ingin membencimu
Namun sulit untuk kulakukan
Hati ini menolak untuk itu semua
Hatiku menolak untuk membencimu

Aku Ingin

Aku Ingin


Ya.. sebenarnya aku sangat merindukanmu
ya.. sebenarnya aku sangat ingin melihatmu
Aku sangat-sangat ingin bertemu kamu
Namun sayang, Tuhan tak mengizinkan

Aku ingin sekali melihatmu
Aku ingin sekali berbagi kisah
Aku ingin sekali tertaw dan brbahagia bersamamu
Namun mungkin Tuhan tak mengizinkan
Karena,...
Karena asih ada setitik dendam dan kebencian dihati kita 
Disaat hati ini telah siap
Disaat semua dendam dan kebencian kita hilang
Tapi mungkinkah?
Melihat luka yang terlalu dalam ini
Apakah mampu untuk melupakannya?
Apakah mampu untuk berhadpan tanpa ada dendam dan kebencian?

Semoga waktu menghapus semuanya
Menghpus rasa sakit dan perih dihati ini
Dan saat itu..
Semoga saja aku punya keberanian untuk melihat dan menatap matamu