Terlihat kedatanganya sekali lagi
Membuka lembaran-lembaran lama yang usang
Menambahkan kembali kisah lama yang belum usai
Mengisahkan rindu di balik ceritanya
Sudah cukup lama...
Sudah cukup lama untuk menanti
Setelah hari itu
Saat kehadiranmu membuat senyum di setiap hariku
Saat itu...
Kita tak pernah lagi bertemu
Tak pernah lagi berjumpa
Tak pernah tau satu sama lain
Dan merasakan...
Rindu yang tak pernah usai
Terlihat kedatangannya sekali lagi
Dekapan penuh rindu
Yang kini membawaku kembali kemasa itu
kata hati, ungkapan, puisi, dan cerita dari hati seseorang yang memberi motivasi dan insirasi bagi banyak orang yang membacanya.
Senin, 14 Maret 2016
Sabtu, 12 Maret 2016
Luapan emosi
Sejenak melirik melihat tatapan matanya
Terpancar cahaya yang berbeda
Mata bulan penuh kepiluan
Ingin menjerit dan meronta dalam kesunyian
Mencoba berpaling dari mata itu
Namun, masih tetap disini
Mencoba bertanya
Mengapa..
Itu mustahil
Pejamkan mata
Larutkan semua rasa yang tersimpan
hingga tangismu terdengar menggantikan heningnya malam
Terpancar cahaya yang berbeda
Mata bulan penuh kepiluan
Ingin menjerit dan meronta dalam kesunyian
Mencoba berpaling dari mata itu
Namun, masih tetap disini
Mencoba bertanya
Mengapa..
Itu mustahil
Pejamkan mata
Larutkan semua rasa yang tersimpan
hingga tangismu terdengar menggantikan heningnya malam
Sendirian
Berjalan di kesunyian
Melipat tangan kebelakang sambil menundukkan kepala
Tak pernah berani menghadap ke depan
Tak pernah punya kepercayaan untuk melangkah...
Hanya sendiri di keheningan malam
Berjalan melewati cahaya rembulan
Terus berjalan hingga bayangan ku hilang di persimpangan jalan
Melipat tangan kebelakang sambil menundukkan kepala
Tak pernah berani menghadap ke depan
Tak pernah punya kepercayaan untuk melangkah...
Hanya sendiri di keheningan malam
Berjalan melewati cahaya rembulan
Terus berjalan hingga bayangan ku hilang di persimpangan jalan
Langganan:
Komentar (Atom)